Cangkir

/
0 Comments

Layaknya cangkir. Itulah aku memggambarkan hati manusia.Cangkir yang indah menandakan hati yang cantik pula. Cangkir cantik...sekuat apapun terlihatnya sebetulnya rapuh. Sekali nya mereka hancur, akan seperti kumpulan puzzle yang sulit. Akan selalu ada bagian yang hilang.

Agar terlihat tetap sempurna kadang tangan ini membantu. Membantu agar bagian yang rusak itu tertutupi. Berusaha agar tak ada isinya yang keluar selama sedang menampung. Tapi saat tidak ada orang yang harus di perlihatkan cangkir cantik itu lagi, sang tangan beristirahat dan membiarkan semua isinya lolos. Dan terus berulang...ulang...dan ulang.

Tapi tahu kah kau? Menyentun cangkir yang sudah tidak sempurna itu menyakitkan. Menyayat tangan dengan goresan kecil. Hingga mungkin suatu hari nanti sang tangan akan melepaskan pegangan nya pada cangkir, dan biarkan cangkir menjadi ber keping keping.

Suatu saat nanti. Bila tangan ini sudah tidak terluka. Kususun kembali cangkir cantik ini, agar selalu ada orang yang hendak melihatnya. Agar ada orang yang hendak mengisi nya kembali dan mungkin akan ada tangan lain yang membawa cangkir nya dan menyempurnakan kedua cangkir itu.



You may also like

Tidak ada komentar:

Mengenai Saya

Foto saya
Since 1996 Delusional
Tasa Sri Inten Puspitasari. Diberdayakan oleh Blogger.

Followers

Berbagi lah disini

Pengikut