Aku memang bukan seorang anak yang berbakti, sahabat yang setia, teman terbaik, murid terpintar, kekasih idaman, bahkan bukan sama sekali hamba yang takwa pada Tuhan-nya.

Hanya sedikit rasa rapuh dan takut akan kehilangan itu semua. Hati yang terasa hampa karena kotornya pikiran jiwa. Takut akan masa depan dan hari hari yang kutempuh. Takut akan hilangnya bahagia dengan mereka di surga kecil ku di dunia.

Kosong hampa nihil. Hati ku kotor. Benci akan diri sendiri yang demikian. Kotor nya aku yang berprasangka buruk pada kawannya.

Egois berharap semua anganku akan jadi nyata. Masa depan yang penuh tanggung jawab tak semudah angan pastinya

Aku bertanya tanya untuk apa aku masih berdiri tegak di bawah langit biru. Mimpikku ada disana tak mungkin kuraih.

Aku masih syukuri bahwa diriku masih memikirkan ini. Saat air mata jatuh di atas kehampaan. Bagaimana bila aku bahkan sudah tak peduli dengan apapun. Dengan keluarga, sahabat, teman, guru, dan kasih sayang dari-Nya ini. Tidur selamanya akan indah rasanya.

Aku tak tahu harus apa. Hanya pada-Nya kusembahkan sujudku, meminta penuhi hasrat manusia ku. Angkat semangatku , bersihkan prasangkaku, hadapi hari hari ku, pandang masa depanku, sayangi keluargaku.

Peluklah aku sesaat. Agar aku selalu ingat separah apapun hidupku, semua adalah anugrah-Mu, semua atas kehendak-Mu, dan selalu ada diri-Mu di sisiku.

Mengenai Saya

Foto saya
Since 1996 Delusional
Tasa Sri Inten Puspitasari. Diberdayakan oleh Blogger.

Followers

Berbagi lah disini

Pengikut