Pura Pura (Galau)

/
0 Comments
tahu pura pura? pasti tahu. nih ceritanya mau curhat.. (aduh masa curhat di blog.. iya gasih?)

jadi.. disini aku tahu Dia tahu aku suka . Tapi Dia pura pura ga tahu.. (ceu'ila bahasanya "Dia"). ya akhirnya aku cuma bisa pura pura ga tahu, bahwa dia sebenernya pura pura (ngerti nggak?) . Aku pura pura ga tahu kalau dia tahu aku suka Dia. (muter muter ya?)

semua kepura pura an itu juga cuma buat alesan Aku buat terus bisa tertarik padanya. Alesan supaya ga tertarik dengan yang lain.. ribet deh emang, alesan apa lagi ya?? banyak yang pasti.

Tapi pura pura itu juga ga enak. apalagi yang satu ini.. ini sih namanya cuma nutupin luka tanpa obat.. masih sakit selalu kalau disentuh. Apalagi yang namanya orang yang di suka. orang yang di suka itu ga kaya jamur kulit yang bisa di cabut ke akar. walau ga tumbuh lagi pasti masih sisa sedikit rasa..

Kembali ke luka.. luka cinta bertepuk sebelah tangan.. Rasanya pengen banget yang namanya bohongin diri sendiri.. sering buat harapan, "Dia belum tahu kok kalau aku suka Dia. tenang, kalau Dia tahu pasti ada jalan" dan hal ini kembali ke topik awal, sebetulnya Dia udah tahu, tapi Aku Pura pura, bohong kediri sendiri = harapan kosong. Harapan yang di buat buat sendiri kaya apaan aja..coba pikir kalimat tanda kutip, pasti aku akan mikir "Tapi kapan Dia bakal tahu?" tapi bakal ada yang jawab "Dia udah tahu wooy!" Bingung? sama aku juga.

semua yang di atas adalah ke"GALAUan" Aku. Dimana aku bohong pada diri sendiri. dan bohong saat ngeliat Dia bahagia sama orang lain.. ya itu bohong.. pertama aku bilang "Dia belum tahu aku suka Dia" tapi kedua aku bilang "Dia ga usah tahu, udah bahagia kok sama orang lain" . Kalimat kedua cuma bohong, bagai plester tanpa obat didalamnya. Buktinya, saat ngeliat Dia senyum aja ke orang lain kadang nyesek tahu buat nafas.. weeh

Ya tapi pura pura lebih baik dari pada enggak. Daripada ternyata ada yang terluka akan kejujuran itu. Daripada kita terluka sampai sangat berbekas.. walau sebetulnya juga, pura pura itu tanda ketakutan akan kemungkinan terburuk..
Anggaplah, melihat Dia yang tersenyum dengan siapapun adalah bahagia. Melihat Dia yang muram juga adalah muram ku juga.. walau tahu ga bisa ikut suka cita itu. Setidaknya telah berusaha mengerti.. walau bukan solusi sih.. :))


You may also like

Tidak ada komentar:

Mengenai Saya

Foto saya
Since 1996 Delusional
Tasa Sri Inten Puspitasari. Diberdayakan oleh Blogger.

Followers

Berbagi lah disini

Pengikut