Dari huruf jadilah kata. Dari kata jadilah kalimat. Tapi, ada satu kata yang spesial. Selalu sepesial dipikiran semua orang. Cinta.

Hanya 5 huruf, tapi butuh seribu bahasa untuk mendeskripsikannya. Bahkan mungkin lebih.

Satu kalimat yang paling sulit di ucapkan "aku cinta kamu" rasa sulit itulah yg membuat kalimat ini lebih berarti. Kalo mudah bukan cinta namanya.

Cinta itu dibuktikan bukan hanya di ucapkan. Itulah salah satu kalimat dari novelis. Kalo kalian Baca pasti tau siapa.

Dari kalimat tadi di rangkai. Halaman demi halaman menjadi sebuah cerita. Memiliki permulaan Dan akhir.

Layaknya ftv kawan. Tapi, mungkin kita belum jadi pemeran utama. Belum mendapatkan kesempatan bahagia. Kita lah si pemeran pembantu. Tuhan lebih berencana.

Cerita cinta selalu menjadi cerita paling dicari. Jangan manisnya yang di ingat
Ingat pahitnya si pemeran utama cerita itu. Kalau lagi patah hati , mungkin kita sedang di bagian pahit cerita kita.

Ya..aku disini sedang terdiam. Menatap keluar jendela. Mengingat seribu cerita cinta yang aku ingat. Akankah salah satunya akan jadi ceritaku?

Tidak. Cerita ku harus kutemukan sendiri. Kuciptakan sendiri dengan bantuan Tuhan yang sudah menyiapkan seribu alur cerita. Tinggal kupilih dan jadilah cerita yg lebih manis dari gula atau lebih pahit dari obat yg memberi kekutan dan kesehatan.

Maaf ngalor ngidul rasanya tulisanku Kali ini. Masih belajar :) terimakasih.

Aku jatuh hati pada dia.
Dia yang pernah kusakiti hatinya.
Dia yang pernah kuhancurkan akalnya.
Dia yang pernah aku lewatkan begitu saja.

Tak pernah kubayangkan akan ini.
Hati ini seperti meminta.
Memulung harta yang sudah diberi pada lainnya.
Seperti hampir kehilangan harga diri.

Karma kah ini? Dulu ku tak peduli.
Sesal kah ini? Menyesal selalu terakhir.

Kupandang Dia disini.
Sungguh bodoh Aku.
Tak sadar akan hatinya yang seputih salju, yang dulu perlakukan aku bagai ratu.

Cinta datang terlambat.
Terlalu lambat.
Kesempatan kedua hanya angan.
Dia pun hilang dari genggaman.

Tuhan, sesal itu datang terlambat.

Dingin malam menusuk tulang.
Rasa sakit menusuk dada.
Mataku terpana. Terdiam di balik meja.

Lidah ku kelu.
Pipi ku bersemu.
Tanganku gemetar.
Merah bibir ku pudar.

Hendak kusapa dirimu.
Namun kau melihat ke belakangku, melewatiku.
Kutengok lewati punggungku.
Kau...menggenggam tangan nya, mengecup manis keningnya.

Aku kembali meluruskan pandang.
Kulihat secarik kertas.
Kata cinta berhenti di ujung pena.
Separuh pudar.
Air mata ku ada disana.

Itu hanya bayang masalalu.
Membayangiku dari belakang.
Takkan lagi kumenengok kesana.
Agar tak kulihat bayang gelap.
Bayang gelap retak.
Bayang gelap cinta.

By.TasaSIP

Ini cuma sebuah permintaan kecil. Sebelumnya mari kuingatkan kenapa aku minta ini.

Ingat waktu aku SD, dimana aku jarang sekali main kerumah teman temanku, berbeda dengan yg lainnya. Mereka saling mengunjungi satu sama lain. Alasan ku delalu ada dirumah hanya karena "tidak ada yg jemput" karena itulah aku berniat agar bisa pulang pergi sendiri dengan angkutan kota. Agar bebas kemanapun aku suka.

Ingat pas SMP? Pulang sekolah sudah terlalu sore bila bermain. Selalu langsung pulang dengan angkutan kota. Berhenti di dekat rumah sehingga jam 5 paling lama sudah dirumah. Menghela sabar bila HP berdering. Pucat pasi kalau belum sampai rumah HP mati. Sampai rumah; sendiri, ga ada teman, sepi.

Sekarang saat SMA dimana aku sudah bisa pergi sendiri, pulang sendiri. Kuharap waktu sedikit longgar. Iya sedikit lebih longgar tapi sapaan dingin setiap sampai rumah juga makin sering. Dipikir apa aku ga takut di angkutan kota sendiri malam malam? pengen aku sampai rumah cepat ga kenapa ga dijemput? Aku tau sampe mana batas dimana aku bisa sendirian. Aku pergi dengan cara ku dengan cara sendiri, ya aku akan pulang sendiri dengan caraku. Alasan yang aku buat bukan omong kosong.

Akhir akhir ini cuma sedikit berat. Semua bilang aku harus sabar dan santai. Tapi semua tuntutan secara ga langsung ini cukup jadi beban. Entah Ujian ku nanti, Kuliahku nanti, sekolah. Haaaa di omongin gini ga akan selesai. Gacukup pakai kata kata.

Aku cuma butuh sedikit waktu pa, ma. Dimana aku bisa seharian penuh di hari libur bersama teman teman SMA ku dari pagi hingga cukup petang. Tinggal beberapa bulan lagi lho aku bersama mereka... dan masa itu takkan kembali. Kuliah nanti juga akan jarang ketemu karena perbedaan jadwal masing masing.

Dan satu lagi. Aku juga cuma butuh satu hari dimana aku bebas bertemu kedua sahabat terbaikku.

Cukup 2 hari dalam sebulan aku bebas. Ga salah kan? Ga berlebihan kan? Kalo ini di setujui, aku akan berusaha tepati perjanjian ini. Cukup ringan kan?

Aku memang bukan seorang anak yang berbakti, sahabat yang setia, teman terbaik, murid terpintar, kekasih idaman, bahkan bukan sama sekali hamba yang takwa pada Tuhan-nya.

Hanya sedikit rasa rapuh dan takut akan kehilangan itu semua. Hati yang terasa hampa karena kotornya pikiran jiwa. Takut akan masa depan dan hari hari yang kutempuh. Takut akan hilangnya bahagia dengan mereka di surga kecil ku di dunia.

Kosong hampa nihil. Hati ku kotor. Benci akan diri sendiri yang demikian. Kotor nya aku yang berprasangka buruk pada kawannya.

Egois berharap semua anganku akan jadi nyata. Masa depan yang penuh tanggung jawab tak semudah angan pastinya

Aku bertanya tanya untuk apa aku masih berdiri tegak di bawah langit biru. Mimpikku ada disana tak mungkin kuraih.

Aku masih syukuri bahwa diriku masih memikirkan ini. Saat air mata jatuh di atas kehampaan. Bagaimana bila aku bahkan sudah tak peduli dengan apapun. Dengan keluarga, sahabat, teman, guru, dan kasih sayang dari-Nya ini. Tidur selamanya akan indah rasanya.

Aku tak tahu harus apa. Hanya pada-Nya kusembahkan sujudku, meminta penuhi hasrat manusia ku. Angkat semangatku , bersihkan prasangkaku, hadapi hari hari ku, pandang masa depanku, sayangi keluargaku.

Peluklah aku sesaat. Agar aku selalu ingat separah apapun hidupku, semua adalah anugrah-Mu, semua atas kehendak-Mu, dan selalu ada diri-Mu di sisiku.

Masih kau melihat kesana. Disana biasalah gadis sahabat ku itu berdiri. Bercerita dan tertawa.

Mata mu terpaku, pena yg kau mainkan itu terus berputar. Cahaya mathari mulai hilang di terpa awan kelabu.

Aku selalu memperhatikan mu. Bahkan tiap gerak gerik mu. Karena itu aku teringat saat hari itu.

Dimana tangis paling terdengar darimu itu, teriakan hati tak percaya yg hanya terdengar hatiku. Disaat sahabatku itu terbaring diam setelah nafas yang entah kapan berhenti terhembus.

Kau disana menggenggam tangannya yang mendingin dan basah karena tangismu.

Aku terdiam di sampingmu, sahabatku pergi. Kamu yg kucintai terluka sangat dalam. Kukatakan "re...re..ayo re bangun. Aga butuh kamu" tapi itu hanya terucap di hati.

Tak ada tanggapan. Kamu terus terisak hingga aku tak kuat lagi. Isak mu yang sangat menyiksa telingaku. Membuat sadar akan aku kehilangan sahabat terbaikku, sadar akan ketidakberdayaan ku membuat kamu tidak dapat berhenti menangis.

Sore ini aku duduk di bangku yang biasanya ada gadis itu. Tapi kau tetap melihat keluar pintu dimana biasanya kita bertiga bersama.

Sakit memperhatikan air yang mengalir kembali di bola matamu yg penuh harap itu. Harapan akan gadis itu berdiri disana. Aku pura pura tak lihat, karena kau orang yang paling tak mau terlihat lemah.

Kubuka buku di depanku. Tadi kau duduk disini dan menggambar. Gambar sahabatku ada di mana mana. Dari samping, depan bahkan senyum nya yg selalu menemani ku juga di hari hari sebelumnya.

Aku merasa dosa akan rasaku padamu di balik sahabatku. Tapi ku usahakan untuk hilangkan rasa itu.

Akhirnya aku melangkah padamu yg matanya masih tersisa air mata. "ga, kantin yu. kita makan di tempat biasa" suaraku bergetar. Kamu memegang tanganku.

"iyaa..tempat biasa ya?" kamu memegang kepalaku tp ada rasa getar disana. Kamu berusaha tersenyum di depanku.

"iyaa" aku menunduk kerena tanpa sadar air mataku mengalir. Kamu tahu akan hal itu, mengelus kepalaku, merangkul ku sehingga tdk ada yg bertanya kita berdua kenapa.

Hari itulah kita mulai bisa menerima perginya gadis yang tersayang. Menaruh semua kenangan bersamanya seperti harta karun. Karena dia kita bisa berama hingga entah berapa tahun hingga saat ini.





Saat aku mengarungi dunia maya aku menemukan beberapa kata yang nyata namun maya. "Jatuh Cinta" 

Seperti itulah Cinta. Perasaan manusia yang paling sempurna yang paling berwarna-warni dari Tuhan. Seribu kata apapun yang paling realistis di dunia tidak akan bisa mendeskripsikan apa itu Cinta. Deskripsiku ini dasar yang paling ku mengerti.

Cinta itu warna warni. Bahkan lebih lengkap dari pelangi. Lengkap dengan warna gelapnya. Merah Cinta membara, Jingga Kebahagiaan, Kuning Ceria, Hijau Damai, Biru Bingung, Nila rasa Ambigu, Ungu Gudah, Bahkan Hitam yang artinya Sedih dan warna gelap lainnya yang artinya beberapa macam kesedihan, bahkan putih untuk Cinta yang direstui Tuhan.

Sebelumnya apa yang disebut Jatuh pasti menyakitkan, entah hanya sekedar luka kecil, memar, hingga yang parah. Seperti hilang logika, buta, bahkan mungkin tuli. Tak aneh kalau Jatuh Cinta pun demikian. Tuli tak mau mendengar kata orang itu lebih mengerikan daripada buta tak mau melihat orang lain. Logikanya hancur rapuh.

Banyak yang berkata "Buat apa Jatuh Cinta kalau tak bisa bersama" hahaha

Karena Cinta tak harus memiliki. Ini bukan hanya sekedar judul puisi atau lagu. Tapi memang nyatanya begitu.
Dengan merelakan orang yang Kau cintai bersama orang lain akan ada bahagia lainya. Betapa banyak akan rasa syukur yang akan diterima begitu Kau bertemu orang yang tidak akan melepaskan mu dan Dialah bahagiamu?

Long post sudah. Thanks ;) 

Mengenai Saya

Foto saya
Since 1996 Delusional
Tasa Sri Inten Puspitasari. Diberdayakan oleh Blogger.

Followers

Berbagi lah disini

Pengikut